humvee motor tahan peluru Ketika melihat jip bongsor ini, Anda pasti bertanya, dari sisi mana modifikasinya, semua tampilan standar? Anda betul sekali. Yang menariknya, justru dari persiapan sampai merakitnya memakan waktu tiga tahun, dan kacanya tahan peluru, lho.

Mobil Hummer H1 atau H3—itu lho, jip superbongsor—bisa dijumpai di Jakarta atau kota besar tertentu di Indonesia. Jumlahnya sih masih terhitung dengan jari. Tapi pamor kendaraan versi sipil ini masih kalah dengan Humvee atau HMMWV (High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle).

Jip buat perang yang jadi andalan Amrik sebagai negara pembuatnya. Makanya, untuk mendapatkannya amat sulit karena memang tidak diperjual-belikan. Kalaupun ada, paling sekitar 200 unit di Amerika yang sudah menjadi milik warga sipil.

Dikerjakan di Jakarta dan Yogyakarta
Ternyata, di Indonesia ada segelintir Humvee. Bahkan Kompas.com pernah mengemudikan kendaraan perang milik seorang maniak jip di kota pempek Pelembang, Sumsel. Nah, yang ditampilkan ini, Humvee Custom 2009 milik Tanto, pengusaha jasa trading di Jakarta.

Lantas, bagaimana cara membawa jip ini dari negeri asalnya ke Tanah Air? Padahal, lebar dan panjang bodi melebihi ukuran normal jip. Namun, justru karena motor kekar hebat bisnisnya yang membuatnya harus mondar-mandir Amerika-Indonesia itu, ia berhasil membawa jip tersebut ke Indonesia.

Setiap kali ke sana, acap ia pulang menenteng satu persatu komponen Humvee. "Sumber banyak, selain dari eBay, mesti rajin main ke junkyard khusus Humvee," tawa pengusaha berkantor di gedung ternama di jalan protokol Jakarta. "Ini hasil karya saya terbaru, komponennya 90 persen asli diboyong satu persatu," paparnya.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu butuh waktu tiga tahun. Mulai dari sasis, kaki-kaki, rem, velg, mesin, aksesori interior dan eksterior, katanya asli. Hanya bodi bagian bawah, atap, dan kap mesin saja yang dirancang custom dengan tingkat pengerjaan yang presisi.

Menariknya, pengerjaan jip perang ini melibatkan bengkel di Jakarta dan Yogyakarta. Seperti rangkaian bodi, dirancang ahli ketok di kota gudeg itu karena punya sistem knock down atau mudah dibongkar pasang dengan menggunakan rivet dan sistem keling.

Untuk sasis, dibuat dari bahan baja tipe steel box frame yang enteng dan kuat. Ditunjang dengan lima crossmember tipe heavy duty.

Komponen dari negara asal
Penasaran, kan, komponen apa saja yang dibawa dari Amrik? Sistem suspensi yang menganut independen di keempat kaki, per keong, dan peredam kejut (shockabsober) hidraulik. Termasuk juga, ban (Goodyear) Wrangler M/T ukuran 37 x 12,5 R16,5 ini dilengkapi dengan sistem runflat. Velg dilengkapi bantalan karet, bila kurang angin masih bisa melaju dengan kecepatan 60 km/jam.

Aksesori interior, seperti setir, jok berikut rel, tuas transmisi, dan indikator-indikator diburu lewat situs.

Adapun eksterior, seperti pintu asli bawaan, bahkan ditandai dengan stiker bertuliskan bekas perang Kuwait. Kemudian, lampu-lampu dan kaca asli menggunakan bahan plastik polikarbonat tipe militer yang tahan peluru. Hanya, banyak goresan akibat gesekan dengan ujung senjata.

Mesin dan transmisi asli berkonfigurasi V8 6.500 turbo diesel dengan tenaga maksimum 195 dk dan torsi 583 Nm. Transmisi matik 4L80-E berpenggerak 4 roda (4WD) dengan transfercase model New Venture Gear Model 242.

Ternyata, Humvee ini bukan yang pertama milik Tanto. Dia sudah punya dua unit sebelumnya dan sudah jatuh ke tangan orang lain. Untuk satu ini belum ada niat menjualnya, tapi kalau mau berdiskusi soal Humvee bisa lewat

0 comments