Masa depan terjadi saat ini. Itulah ungkapan yang tepat bila Anda melihat mobil terbang yang satu ini.

The Transition, sudah siap dilempar ke masyarakat dengan bandrol 194 ribu dolar AS (Rp 2,3 miliar)

Transition merupakan kendaraan yang dianggap menjembatani dua kendaraan masa kini, mobil dan pesawat terbang. Meski dianggap layak sebagai mobil terbang, perusabaan yang merancangnya, Terrafugia, lebih senang menyebut Transition sebagai 'pesawat yang bisa digunakan di jalan raya'.

Pengoperasiannya pun cukup mudah. Anda tinggal duduk di belakang kemudi, kembangkan dua sayap yang berada di samping body, maka Anda siap terbang.

Jarak lima ratus mil bisa Anda tempuh dengan satu tangki bensin.Dan bila Anda ingin mendarat, cukup kedua sayap tadi dan berkendaralah seperti biasa.

Terrafugia, of Woburn, Mass. bukan produsen pertama yang keluar dengan konsep mobil terbang. Namun perusahaan yang dibangun para lulusan MIT ini, merupakan yang pertama mencapai tahap produksi.

"Mungkin inilah mobil konsep yang diimpikan sejak pesawat dan mobil muncul," ujar anggota Grup Penerbangan yang berbasis di Oshkosh, Winconsin, AS, Dick Knapinski.

Namun untuk bisa mengendarai Transition, seseorang harus mengantongi izin terbang dari badan Adminitrasi Penerbangan Nasional (FAA). Saat ini di AS, tercatat ada 600 ribu orang yang mengantongi izin dari FAA.

Indonesia siap menampung Transition?

0 comments